Suhu optimal untuk pertumbuhan jamur tiram terbagi dalam dua fase utama: fase inkubasi dan fase produksi (pembuahan).
1. Fase Inkubasi (Masa Pemeliharaan Baglog)
Suhu ideal pada fase ini berkisar antara 24°C hingga 28°C.
Pada suhu ini, miselium akan tumbuh dengan baik dan menyebar secara merata di dalam media tanam (baglog).
Suhu terlalu tinggi (di atas 30°C) dapat menghambat pertumbuhan miselium, bahkan dapat menyebabkan kerusakan, sementara suhu terlalu rendah akan memperlambat proses pertumbuhan.
2. Fase Produksi (Masa Pembentukan Tubuh Buah)
Pada fase ini, suhu ideal berkisar antara 16°C hingga 22°C.
Suhu yang lebih rendah dari fase inkubasi akan mendorong pembentukan tubuh buah jamur tiram.
Suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan tubuh buah tumbuh dengan bentuk yang tidak sempurna, seperti batang yang lebih panjang dan ukuran payung yang lebih kecil.
3. Pengaruh Kenaikan Suhu di Atas 28°C
Jika suhu kumbung berada di atas 28°C, terutama pada fase produksi, jamur tiram bisa mengalami stres. Hal ini bisa menyebabkan pertumbuhan tubuh buah yang tidak optimal atau bahkan menyebabkan kontaminasi mikroba lain seperti bakteri dan jamur parasit.
Kelembaban Ideal
Kelembaban adalah faktor yang krusial dalam menjaga kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur tiram, mengingat jamur memerlukan kelembaban tinggi untuk berkembang.
1. Fase Inkubasi
Kelembaban ideal di fase inkubasi adalah sekitar 60% hingga 70%.
Pada fase ini, kelembaban yang stabil akan mendukung pertumbuhan miselium yang sehat tanpa menimbulkan kondensasi berlebihan yang dapat menyebabkan pertumbuhan jamur atau bakteri kontaminan.
2. Fase Produksi
Kelembaban ideal di fase produksi adalah sekitar 80% hingga 90%.
Kelembaban tinggi di fase ini sangat penting untuk pembentukan tubuh buah yang segar dan mencegah kekeringan pada substrat.
Namun, kelembaban berlebihan di atas 95% perlu dihindari karena dapat meningkatkan risiko kontaminasi, terutama oleh jamur parasit seperti Trichoderma atau bakteri.
Tips untuk Menjaga Suhu dan Kelembaban Ideal
Untuk mempertahankan suhu dan kelembaban yang ideal di ruangan kumbung, berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan:
1. Ventilasi yang Baik
Pastikan ruangan kumbung memiliki sistem ventilasi yang baik untuk menjaga sirkulasi udara, terutama saat suhu terlalu tinggi.
Ventilasi alami atau buatan dapat membantu menjaga suhu ruangan tetap stabil dan menghindari penumpukan panas.
2. Penggunaan Alat Pengontrol Suhu dan Kelembaban
Menggunakan termometer dan higrometer digital dapat membantu memonitor suhu dan kelembaban kumbung secara real-time.
Sistem kontrol otomatis berbasis teknologi seperti NodeMCU atau Arduino bisa dipertimbangkan, misalnya untuk mengaktifkan sprayer otomatis ketika suhu di atas 28°C.
3. Penyemprotan Air
Penyemprotan air ke dalam ruangan kumbung dapat membantu meningkatkan kelembaban, terutama pada fase produksi.
Metode penyemprotan yang menggunakan sprayer dengan selang atau pipa di atas area budidaya bisa efektif untuk menjaga kelembaban, terutama di musim kemarau.


Komentar
Posting Komentar