- serbuk gergaji (harus bebas dari solar/oli)
- tepung jagung ( 2% dari serbuk gergaji, misal 100kg serbuk gergaji, tepung jagung butuh 2kg) (optinal)
- katul ( 20% dari serbuk gergaji, misal 100kg serbuk gergaji, katul butuh 20kg)
- kapur bangunan ( 2% dari serbuk gergaji, misal 100kg serbuk gergaji, kapur butuh 2kg)
- Air ( 70% dari jumlah serbuk gergaji}
- bibit (f1= turunan pertama, f2 turunan ke 2)
- plastik ukuran 18x35
Langkah - langkah membuat bibit
Campur serbuk gergaji, tepung jagung, bekatul, dan kapur bangunan hingga rata dengan takaran seperti pada tabel di bawah. Kemudian tambahkan air sebanyak 70% dari serbuk gergaji.
Masukkan adonan baglog ke dalam plastik PP yang tahan panas lalu padatkan. Semakin padat, maka semakin baik kualitasnya.
Saat proses fermentasi, suhu pada baglog akan naik hingga 60 - 70 derajat. Proses ini memakan waktu 6 - 7 hari.
Proses sterilisasi jamur tiram dilakukan dengan mengukus baglog menggunakan air hingga suhu 90 derajat. Tujuannya adalah membunuh organisme lain yang hidup di baglog agar tidak mengganggu pertumbuhan jamur nantinya. Proses sterilisasi bisa dilakukan dengan alat bernama autoclave atau steamer seperti gambar.
Pada proses ini, dilakukan pengisian bibit pada masing-masing baglog. Jumlah bibit yang diberikan yaitu 10 gram tiap baglog. Setelah diisi, tutup baglog dengan plastik sampai rapat. Berikut perbandingan jumlah baglog dan bibit yang dibutuhkan.
Jumlah Baglog | Jumlah Bibit (kg)
1000 10
500 5
100 1
Proses Inkubasi
Proses inkubasi adalah proses menumbuhkan miselium, yaitu dengan menempatkan baglog yang telah diisi bibit di ruangan yang memiliki suhu 23 - 28 derajat celcius dan kelembaban 90 - 100%. Proses ini berlangsung selama 15 - 30 hari hingga miselium pada jamur (yang berwarna putih) tumbuh setengahnya.
Setelah proses inkubasi, baglog bisa dipindahkan ke kumbung untuk proses penumbuhan jamur. Buka plastik penutup bibit baglog.


Komentar
Posting Komentar